Jan 4

De meest Europeeschewinklestraat van Indie, demikian sebutan untuk jalan Braga, Bandung.
Dalam bahasa Indonesia, berarti “jalan paling bernuansa Eropa di seluruh Hindia”.
Sampai saat ini ciri khas dari braga adalah puluhan bangunan kuno bergaya art deco yg berderet di kanan – kiri jalan.
Bahkan julukan “Parisj Van Java” untuk bandung berawal dari kawasan ini yg pada jaman kolonial Belanda dahulu menjadi salah pusat pameran mode.
Namun seiring perjalanan waktu, kawasan ini mulai dilupakan seiring berkembangnya kawasan – kawasan lain seperti dago ato jalan riau yg bnyk menampilkan one stop entertainment dan shopping nya padahal braga mempunyai nilai histrois yg tinggi.

Suasana Braga sehari - hari

beberapa hari lalu tepatnya 30-31 Desember 2008 dilakukan perhelatan Braga Festival 2008 “BragaFest’08″,
perhelatan ini juga sekaligus peresmian revitalisasi jalan braga yg berganti rupa misalnya Aspal yg melapisi sepanjang jalan braga diganti dengan bau andesit ato yg dikenal sebagai batu candi.
Menurut info, dibutuhkan 32.722 lempeng batu andesit melapisi sepanjang 370 meter.

Dengan tema “Bihari Kiwari Baring Supagi” yg dalam Bahasa Indonesia berati “Masa Lalu,Masa Kini, dan Masa yang Akan Datang”
Braga Festival 2008 menggabungkan unsur tradisional dengan kontemporer dalam pelaksanaanya.
Adanya BragaFest’08 menyebabkan ditutupnya akses jalan braga yg tidak boleh dilewati kendaran bermotor.

dimas menyempatkan dateng k bragafest mumpung saat itu agi d bandung,

dateng k braga tepat saat opening acara ini, shg bisa ngeliat proses dari awal acara pembukaan BragaFest ini. banyak kesenian sunda dan komunitas2 daerah jawa barat yg ditampilkan pada festival ini, seperti : seni musik tradisional sunda,seni pahat, seni permainan tradisional sunda,makannan tradisional sunda,seni drama tradisional sunda yg saat acara menampillkan kampung babuyutan, dll.
Beberapa komunitas yg banyak perhatian adalah Paguyuban Sapedah Baheula, Komunitas kalangan Atas yg menampilkan seni2 pahat,komunitas Pecinta Motor Antik, dan Komunitas lainnya.

beberapa foto Braga Festival 2008 yg dijepret oleh dimas sendiri ditengah keramaian :

“pembukaan BragaFest dihadiri wagub Dede Yusup dan Walikota Bandung Dada Rosada”

pembukaan BragaFest dihadiri wagub Dede Yusup dan Walikota Bandung Dada Rosada


“Peresmian BragaFest secara simbolis”

Peresmian  BragaFest secara simbolis


“Wagub Jabar nyobain motor PBB jaman baheula”

Wagub Jabar nyobain motor PBB jaman baheula


“Perjalanan Kawasan Braga dalam Pameran Poto”

Perjalanan Kawasan Braga dalam Pameran Poto


“Warna – Warni Braga Festival 2008- Bandung”

Braga Festival 2008- Bandung

oia,krn selama 2 minggu ini dmas hrs menjalani masa – masa ujian akhir semester, dimas mohon pamit mundur dari dunia blog, dunia jalan – jalan serta dunia jeprat – jepret *abis tuh liburan lagi meski hny 2mingguan..

Wish Me Luck MySpace

Jan 1

beberapa hari yg lalu, dmas bersama tmen menyinggahi jalan braga kota bandung yg brmaksud meliat BragaFestival 2008, karena menurut info yg didapat acara itu berlangsung dari tanggal 28-31 desember, namun setelah nyampe jalan braga
ternyata acara itu mundur menjadi 30-31 desember…

sempet poto2 juga situasi braga saat itu, bangunan – bangunan d kawasan braga yang bercirikan artdeco

liputan braga festival yg dimulai 30 desember lalu akan dimas tulis dalm postingan selajnjutnya (^_^)

setelah menyusuri jalan braga akhirnya sampe d jalan Asia Afrika,
di jalan ini terdapat museum Konferensi Asia Afrika yg pada 19 April 1955 dahulu menjadi tempat terselenggaranya konfensi.

sebenarnya, baru pertama kali masuk musium ini, itupun karena ada meliat beberapa rombongan anak2 SD yg baru saja
keluar dari museum ini…

setelah masuk museum ini, hal yg pertama dirasakan adalah takjub meliat suasana interior yg menggambungkan sisi historis konferensi asia afrika 1955 dengan sisi art.
ternyata interior museum ini baru dipugar dan diseain kembali saat taon 2005 tepatnya saat perhelatan 50 taon konfrensi asia afrika ( 1955 – 2005 )
di dalam museum ini, dapat diliat diorama – diorama konfrensi asia afrika 1955 lengkap dengan patung2 pemerakarsa KAA yg dari berbagai negara,
barang2 yg digunakan dlaam KAA 1955 seperti : kursi, kamera foto, mesin ketik yg digunakan untuk mengetik naskah DASASILA BANDUNG, dll. bahkan dapat didenger dengan jelas juga pidato preseiden Ir, Soekarno saat KAA.

ini poto dari museum konfrensi asia afrika yg dmas jepret.

tidak lupa juga foto bersama – sama tmen^^

oia,
krn urank sunda tuh sehari – hari teu tiasa ngomong hurup F, kalo ngomong F jd P.
jdny papan yg tertulis di depan museum ini bertuliskan MUSEUM KONPERENSI ASIA AFRIKA *tapi knpa AFRIKA teteup yyaa bukan APRIKA^^